Bojonegoro – Upaya mitigasi kebakaran sejak usia dini terus dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di Pos Padangan, yang menerima kunjungan dari Yayasan Ittikhadiyah Raudhatul Athfal Ittikhadiyah, Desa Sudah, Kecamatan Malo, Rabu (10/12/2025).
Sebanyak 21 siswa didampingi empat guru mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh Regu 2 Pos Padangan. Kegiatan pendidikan kebencanaan tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta.
Dalam kegiatan itu, petugas Damkar memperkenalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Damkarmat, termasuk struktur kerja hingga peran strategis dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bahaya kebakaran, khususnya yang dapat terjadi di lingkungan rumah maupun sekolah.
Materi edukasi mencakup pengenalan penyebab umum kebakaran, seperti korsleting listrik, penggunaan kompor yang tidak aman, hingga kelalaian manusia. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan langkah-langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran, termasuk teknik pemadaman sederhana yang dapat dilakukan sebelum bantuan petugas datang.
Tidak hanya berupa penjelasan teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi peralatan pemadam kebakaran dan armada yang digunakan dalam operasi penyelamatan. Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah simulasi penyemprotan air ke titik api, yang dilakukan dengan pendampingan langsung dari petugas Damkar.
Pihak Damkarmat juga menyampaikan sosialisasi mengenai layanan kedaruratan, termasuk nomor darurat Damkar Pos Padangan serta informasi bahwa seluruh layanan penanganan kebakaran dan situasi membahayakan lainnya tersedia secara gratis tanpa biaya apa pun.
Melalui kegiatan edukatif ini, Damkar Bojonegoro berharap kesadaran keselamatan dapat ditanamkan sejak dini, sehingga anak-anak memahami pentingnya kewaspadaan serta memiliki gambaran mengenai langkah-langkah dasar ketika menghadapi situasi darurat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif baik dari siswa maupun pihak sekolah yang mengapresiasi kesempatan belajar langsung dari petugas lapangan.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
88 % |
Puas
13 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |